Pagar Makan Tanaman
Pepatah mengatakan sahabat adalah pacar kedua kita entah itu laki laki apa perempuan.Dia bisa menjadi tempat mengadu setelah pacar kita. Namun ketika kita bermasalah dengan sang pacar kepada siapa lagi kita harus mengadu selain pada sahabat (sohib ajalah ). Memang sih ada yang mengadu pada orang tua, kakak , adik.
Tapi tak seenak nasi uduk (eh tak seenak pada sohib) .
Jadi keberadaan seorang sohib sangat membantu kan. Tapi dikala seorang sohib sudah menjadi momok bagi kita, yaitu saat si toyib eh.. salah lagi.. sohib (maksudnya) mulai melancarkan serangan – serangan fajar atau meluncurkan album rayuan – rayuan cinta pada pacar kita.
Wah bisa berabe nih
Dia tak ubahnya seekor srigala berbulu srigala atau musuh tak berselimut yang
perlahan – lahan menikam kita dari belakang.
Masih bagus nikamnya pakek pisau tapi kalo pake paku, karatan lagi.
Sakitnya bisa infeksi yang sepuluh turunan belum tentu sembuh.
Bagaimana dong menghadapi sohib seperti ini ?
Jangan pernah juga kencan mengajak sohib kita. Kalo memang dia maksa ikut, bawa kitab suci, karena dalam pacaran orang ketiga adalah syetan.
Kita juga harus rajin olah raga, olah jiwa dan makan makanan bergizi serta multivitamin.
Kalo perlu minum susu murni (susu sapi gitu)
lho apa hubungannya ( wah ngaco nih penulis )?
Ada, siapa tahu sohib kita menyebarkan ramuan – ramuan atau kuman – kuman penyakit pada diri kita, sehingga kita tidak bisa mendampingi sang pacar karena harus opname di rumah sakit atau nginep dikuburan.
Pastilah pacar kita jatuh ke pelukan dia.
Memble deh kita
Adakah Pagar makan tanaman? Tanyakan pada rumput yang bergoyang